Eksistensi Adat dan Budaya Sembalun Selama Covid 19

Tari tandang mendet

Sudah lebih dari 6 bulan, setelah Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia, membuat negeri ini goyah hampir di semua lini. Tak hanya mempengaruhi sektor ekonomi, tapi pandemi yang digadang-gadang berasal dari Wuhan, China ini juga berimbas pada industri seni dan budaya . Ruang gerak yang tak lagi sebebas sebelumnya, membuat kesenian dan budaya di seluruh Indonesia termasuk sembalun , seolah kehilangan eksistensi.

Hal inilah yang kemudian menjadi pokok pembicaraan kami dengan tokoh adat sembalun bumbung
“Saat ini memang beberapa sektor sudah mulai kembali normal namun kadang kadang budaya tidak lagi di lihat bahkan tidak ingin di lestarikan harapan kami dari tokoh budaya berharap bahwa kedepanya budaya khususnya sembalun ini bisa di lihat dan di dukung untuk pelestarianya ujar tokoh budaya sembalun bumbung (14 juni 2020)
Pe mardisah , mengungkapkan bahwa budayawan termasuk salah satu elemen masyarakat dan tatanan hidup yang terkena dampak dari adanya Covid 19 ini
Salah satunya ialah kelompok tari tandang mendet.
Tandang mendet adalah salah satu tarian yang ingin di lestarikan tokoh budaya dan tokoh adat sembalun bumbung
Tandang mendet adalah tari penyembutan yang sejarahnya dulu adalah salah satu tari persembahan untuk mengusir bangsa penjajah.

“Kami ingin juga generasi muda turut andil dalam melestarikan budaya ini”

Tokoh adat dan budaya terus merencanakan agenda agenda kedepanya sehingga budaya terus eksis hingga masa depan sehingga sembalun ini bukan di kenal hanya sebagai pariwisata gunung namun harapnya budaya ini dapat berkembang sehingga menjadi tempat pariwisata yang menarik.

Komentar Dengan Facebook

__Posted on
June 15, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *